Optimisme Irasional (Bagian 1): Bias Optimisme

  • Terjemahan dari tulisan Mike Fishbein “Irrational Optimism: The Entrepreneur’s Blessing and Curse”Ketika memulai sebuah usaha, seorang pengusaha mungkin bekerja 16 jam per hari selama bertahun-tahun, menempatkan tabungan mereka dalam “bahaya”, dan mengalami tekanan jauh melampaui apa yang kebanyakan orang bayangkan. Tapi karena dia optimis percaya bahwa akan ada hasil yang besar di depannya, semua itu setimpal.

    Kenyataannya, bagaimanapun ada sekitar 75% dari bisnis barug gulung tikar setelah lima tahun. Jadi apa yang membuat seseorang mengejar kewirausahaan – yang membutuhkan stres luar biasa, kerja keras, dan risiko keuangan dan karir, sementara pengembaliannya sangat tidak pasti?

    Bias optimisme, bias kognitif yang menyebabkan seseorang percaya bahwa mereka berisiko kecil mengalami peristiwa negatif. Dari bias ini, muncul orang-orang optimis yang tidak rasional. Orang optimis irasional cenderung percaya diri terhadap kemampuan mereka sendiri dan menarik kesimpulan yang sangat positif dari data yang terbatas. Pola pikirnya, optimisme mungkin tetap berkontribusi untuk keberhasilan, sementara tidak sepenuhnya didasarkan pada realitas.

    Realistic

    Optimisme memotivasi orang untuk bekerja sekeras mungkin dan mempertaruhkan segalanya pada usaha dengan probabilitas keberhasilan yang rendah. Sementara itu, optimisme irasional dapat membantu pengusaha mengambil tindakan untuk memulai dan bertahan dalam menghadapi tantangan,namun bisa juga menyebabkan mereka ceroboh dalam mengambil keputusan yang berisiko.

    Banyak postingan dan buku-buku tentang menaklukkan rasa takut dan memaksimalkan kepercayaan diri sebagai prekursor untuk sukses. Sebagian besar orang telah membaca begitu banyak tentang hal itu karena proposisi nilai “mencapai sukses terlepas dari rintangan yang jelas” jauh lebih menarik daripada “akurat menilai risiko.” Lebih mudah untuk menjual seminar tentang bagaimana membangun kepercayaan diri dan mencapai tujuan Anda daripada menjual seminar tentang bagaimana memiliki harapan yang realistis.

    Pada kenyataannya, individu yang terlalu optimis dapat melebih-lebihkan kemampuan riil mereka dan probabilitas hasil yang diberikan. Ketika mendengar tentang Bitcoin, kebanyakan orang akan menyimpulkan bahwa itu hampir pasti tidak akan bekerja. Ketika si optimis mendengar tentang Bitcoin, mereka pikir itu akan mengubah dunia dan bahwa mereka akan mendapat keuntungan dari itu. Kondisi ini tampaknya aman bagi mereka daripada bagi orang lain yang tidak menunjukkan optimisme irasional.

    Pola pikir yang sama dapat menyebabkan pengusaha untuk mengambil tindakan dan mencapai keberhasilan besar meskipun peluang juga dapat menyebabkan kegagalan yang keras dan kekecewaan.

    percaya diri yang sehat dibandingkan optimisme irasional

    Mengambil risiko tanpa berpikir terlebih dahulu, percaya dengan pasti bahwa semuanya akan berjalan seperti yang diinginkan, dan tidak menerima data atau menggunakan akal sehat tentu saja dapat menyebabkan masalah. Adalah tindakan tidak rasional dan tidak bertanggung jawab, melewatkan sebuah pom bensin ketika tangki kendaraan hampir kosong, karena percaya bahwa entah bagaimanapun akan menemukan sebuah pom bensin yang “lebih baik” dalam beberapa menit berikutnya.

    Kepercayaan buta dalam terhadap pola pikir positif sebagai kunci sukses itu tidak sehat. Namun, tidak semua optimisme bersifat tidak rasional.

    “Saya telah menemukan beberapa orang yang telah membaca buku-buku seperti “The Secret” dan keliru menjadi optimis tidak rasional. Mereka mulai percaya bahwa pola pikir adalah yang terpenting. Orang optimis rasional percaya bahwa tidak hanya pola pikir, tetapi mereka juga mengakui bahwa realitas merupakan bagian dari rumus sukses. Anda harus mengubah realitas, tidak hanya mengharapkannya terjadi”-. Shawn Akhor

Kelistrikan Tubuh Kita

Bagaimana otot dapat bergerak dan jantung kita terus berdetak? Ya, sistem saraf adalah sistem yang mengendalikan tubuh kita secara sadar (sistem saraf pusat) maupun tidak sadar (sistem saraf tepi). Semua sistem dalam tubuh kita dikoordinir oleh sistem saraf. Lalu, bagaimana sistem saraf bekerja menerima, meneruskan dan merespon rangsangan maupun mengatur kerja organ-organ tubuh kita secara otonom?

Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf (neuron). Satu sel saraf terdiri atas tiga bagian utama yaitu dendrit, badan sel, dan akson. Dendrit adalah serabut sel saraf yang menerima dan meneruskan rangsangan ke badan sel. Badan sel menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Akson adalah tonjolan sitoplasma yang panjang yang fungsinya meneruskan rangsangan ke sel saraf yang lain.

Di sini kita akan membahas bagaimana sel saraf meneruskan rangsang dan mengontrol tubuh kita dari sisi Fisika. Rangsangan yang diterima oleh sel saraf diteruskan dalam bentuk aliran listrik. Aliran listrik ini berasal dari perbedaan potensial di dalam dan di luar sel.

Dalam keadaan biasa, konsentrasi ion Na+ di luar sel lebih besar dibandingkan di dalam sel. Adanya suatu rangsangan pada membran sel yang bersifat permeable (bisa dilewati suatu zat) menyebabkan beberapa ion Na+ masuk ke dalam sel sehingga potensial membran sel akan naik. Apabila potensial membran mencapai nilai ambang, akan terjadi depolarisasi (konsentrasi ion Na+ di dalam sel lebih besar dibandingkan di luar sel) secara tiba-tiba yang menghasilkan potensial aksi. Potensial aksi merangsang daerah membran di sekitarnya untuk mencapai nilai ambang, sehingga terjadi perambatan potensial aksi atau gelombang depolarisasi. Membran yang telah dilewati potensial aksi akan mengalami repolarisasi (kembali pada keadaan biasa) sehingga apabila tidak ada rangsangan, tidak akan terjadi potensial aksi yang baru. Demikianlah rangsangan diteruskan oleh sel-sel saraf dan sel-sel otot.

Berbeda dengan membran sel saraf dan sel otot, pada jantung tidak dibutuhkan rangsangan yang berulang-ulang agar jantung tetap bekerja. Jadi, pada jantung terjadi potensial aksi secara terus menerus. Bagaimana hal ini terjadi?

Membran sel otot jantung memiliki kemampuan memasukkan ion Na+ kembali ke dalam sel segera setelah terjadi repolarisasi. Potensial aksi yang terjadi pada membrane sel otot jantung terjadi secara teratur dalam satuan kecepatan dasar membran sel (natural rate). Pada jantung, terdapat SA Node sebagai pemacu jantung yang merupakan sumber rangsangan detak jantung. SA Node merangsang potensial aksi jantung, sehingga jantung berdetak. Potensial aksi pada jantung terjadi secara terus menerus sehingga tidak perlu diperintah jantung terus berdetak selama SA node berfungsi dengan baik. Ketika terjadi kerusakan pada SA Node, jantung akan kehilangan sinkronisasi dalam pemompaan darah. Keadaan ini disebut fibrilasi. Penderita fibrilasi ditolong dengan alat kejut jantung yang disebut defibrilator.

Demikian, semoga bermanfaat dan mengingatkan kita betapa kompleksnya sistem yang bekerja dalam tubuh kita dan kesehatan adalah kenikmatan yang luar biasa dari Allah, Tuhan Yang Maha Esa, mari kita jaga.

OST Master Sun

Image

Touch Love – T Yoon Mi Rae

nae sonkkeute geudaega seuchimyeon
chagawotdeon simjange ongiga beonjijyo

salmyeosi dagaga gidaegoman sipjiman

geudaewaui georineun jophyeojijil annneyo

manjil suga eobseodo dwae
aneul sudo eobseodo dwae
Lonely love
Yes I love you nae unmyeongcheoreom
geudael neukkil su isseoyo

rallalla- ralla- ralla-
rallalla- ralla- ralla-
rallalla- ralla- ralla- ralla-
nae mam daheul su isseoyo

du soneul naemireo geudael japgo sipjiman
deo meoreojil geot gata geudae gyeoteul maemdoljyo

saranghal su eobseodo dwae
daheul sudo eobseodo dwae
Lonely love
Yes I love you nan meolliseodo

geudael bol suga isseoyo

manjil suga eobseodo dwae
aneul sudo eobseodo dwae
Lonely love
Yes I love you nae unmyeongcheoreom
geudael neukkil su isseoyo

rallalla- ralla- ralla-
rallalla- ralla- ralla-
rallalla- ralla- ralla- ralla-

nae mam daheul su isseoyo

Lonely love

I Heart You Two

Inas yang sedang mengerjakan PR Matematika dikagetkan dering ponselnya. Ada sms.

“ Inas, aku boleh nanya sesuatu nggak?” sms Erwan.

“ Iya, mau nanya apa Wan?” jawab Inas.

Inas dan Erwan sebenarnya saling tertarik meskipun kelihatan bersaing menjadi juara kelas. Inas mulai deg-degan membaca sms dari master Matematika di sekolahnya itu. Mathematic Olympiader. Selain beberapa kali menjuarai olimpiade Matematika tingkat Kabupaten dan Provinsi, Erwan juga pernah masuk Top 10 di tingkat Nasional. Tapi, di kelas, Erwan yang jago Matematika dan Fisika masih kalah dengan Inas yang lebih merata kemampuannya, tidak terlalu unggul di satu bidang.

“Weny nggak pernah cerita apa-apa tentang aku ke kamu?” balas Erwan.

“ Nggak pernah… tapi dia kemarin bilang kalau dia pinjem catetanmu Fisika. Kenapa?”

“ Nggak papa.”

Inas berteka-teki, penasaran pada Erwan, juga Weny. Weny adalah sahabatnya sejak SMP. Mereka sekelas, kemana-mana bareng meskipun hobinya sama sekali beda, Inas suka menulis, Weny suka dan jago menari. Weny gadis yang cantik dan sopan. Ia tinggal dengan kakek-neneknya, sementara orangtuanya kerja di luar kota. Ayah Weny seorang dokter. Inas pernah menanyakan alasan orangtua Weny menitipkannya pada neneknya, saat mereka istirahat di bawah pohon kersen taman sekolah.

“Kenapa kamu nggak tinggal sama orangtuamu, Wen?”

“Aku di sini nemenin kakek-nenek biar nggak kesepian.”

“Oooh..”

***

Erwan bimbang harus bilang ke Inas atau tidak. Ia juga sangsi kalau Weny tidak cerita apa-apa ke Inas. Ini tentang perasaan yang ia pendam. Ia baru kali ini merasakan perasaan semacam ini. Mau mengungkapkan resah, tak diungkapkan gelisah. Karena yang ia kagumi bukanlah gadis biasa. Ia gadis yang cantik, rajin dan baik. Setiap gerak-geriknya mencerminkan betapa ramahnya dia.

“Masak sih Weny nggak cerita ke Inas? Mereka kan kemana-mana bareng. Apa Weny emang nggak suka aku ya?”, gumam Erwan.

Erwan mengetik sms untuk Weny.

“Weny…” tulisnya.

“Iya, Wan. Maaf ya catetanmu belum aku balikin, aku belum selesai nyalinnya. Besok ya?” balas Weny.

“Iya, Wen, nggak papa.” balasnya. Ia memang lelaki yang tak mudah marah, apalagi kepada Weny. Sebenarnya ia bukan hendak menanyakan bukunya, ada hal lain yang lebih penting. Tapi sepertinya sekarang belum saatnya, Weny sedang sibuk belajar. Ia tak mau mengganggu.

***

“Wan, ini buku catetanmu dari Weny.”

“Kenapa kamu yang balikin, Nas?”

“Iya, tadi dia buru-buru ke sanggar buat latihan nari. Takutnya nih buku keburu mau kamu pakai belajar. Nanti kan ada Fisika.”

“Oooh gitu. Ngomong-ngomong Weny kok nggak ikut pelajaran malah ke sanggar?”

“Kamu belum tahu ya, dia kan sebentar lagi ikut lomba tari tradisional di Surabaya? Makanya sekarang latihan intens sama Bu Risty”

“Oh, gitu ya? Aku baru tahu. Ya udah, makasih Nas bukunya.”

“Iya, sama-sama.”

Inas lalu meninggalkan bangku Erwan. Keduanya sekarang di bangku masing-masing dan tenggelam dalam pikiran masing-masing. Erwan masih bingung apakah harus ngomong langsung ke Inas atau nanti saja pulang sekolah dia sms, takut Inas terkejut dan ketahuan teman-temannya. Sementara itu, di bangkunya sambil menatap keluar jendela, Inas masih penasaran pada Erwan, berharap-harap cemas.

“Erwan mau ngomong apa sih? Apa dia ngerasain hal yang sama kayak yang aku rasain?”, gumamnya. “Terus apa hubungannya sama Weny? Apa jangan-jangan Weny udah tahu apa yang mau diomongin Erwan ke aku? Aku tanya Weny aja kali ya?” sambungnya dalam hati.

***

Di sanggar, Weny diikat di pilar karena ia tidak konsentrasi latihan. Tubuhnya tidak bisa tegak, terus menunduk dan kelihatan melamun. Bu Risty mengikatnya supaya tulang punggungnya tegak, padahal Weny menunduk bukan karena punggungnya tidak bisa tegak, karena ia melamun dan malas latihan.

“Wen..kamu kenapa diikat gini?” Inas berdiri di dekat Weny.

“Nggak papa, Nas. Biar tegak kata Bu Risty. Kamu nggak pelajaran?”

“Fisika kosong, Pak Seto nggak masuk.”

“Oooh…”

“Erwan kemarin sms aku, tanya apa kamu nggak pernah cerita tentang dia ke aku. Emang ada apa sih Wen?”

“Lho, aku juga nggak ngerti maksudnya Erwan, coba kamu tanya lagi ke dia.”

“Iya deh, nanti aku tanya ke dia. Kamu masih lama diikat gini? Mau aku lepasin?”

“Ngawur kamu, malah dimarahin Bu Risty nanti. Oh iya, aku nanti pinjam catetan Biologimu ya, aku tadi kan nggak ikut pelajaran..”

“Oke, oke. Ya udah Wen, aku balik ke kelas ya, tuh Bu Risty datang, mungkin mau lepasin kamu.”

“Iya, mudah-mudahan.”

“Bu.. selamat siang..”, sapa Inas pada Bu Risty sambil berlalu meninggalkan Weny.

***

“Erwan.. Weny nyuruh aku nanya langsung ke kamu, maksud sms kamu kemarin apa?” sms Inas.

“Oh ya? Jadi kamu nanya ke Weny?”, Erwan terkejut kalau ternyata Inas cerita ke Weny.

“Iya.”

“Mmm, gini, Nas. Aku malu sebenarnya, tapi kamu janji ya nggak ngetawain aku, dan nggak bilang siapa-siapa?”

“Iya. Aku janji.”

“Oke, aku pegang janji kamu.”

Ada titik-titik panjang, dan beberapa spasi yang menyisakan satu baris kata di bagian paling akhir pesan.

Deg. Inas tak tahu harus bagaimana menjawab pesan Erwan itu, “Aku suka Weny, Nas. Kamu mau bantuin aku nggak?”

Inas belum berani menjawab. Ia takut terbawa emosi dan bisa-bisa Erwan curiga. Ia menyiapkan jawaban kalau besok Erwan tanya, “Maaf Wan, semalem pulsaku habis.”

Tiba-tiba hpnya berbunyi lagi. Erwan miskol. Ia pura-pura tidak tahu. Ponselnya berbunyi lagi. Sms dari Erwan, “Nas, gimana? Tapi janji ya nggak bilang siapa-siapa dulu?”

“Ya Allah, Erwan ternyata suka sama Weny sahabatku. Aku merasa bersalah karena aku juga suka dia. Aku takut Weny nggak pernah mau cerita soal Erwan karena dia tahu aku suka sama Erwan,” gumamnya lirih. “Apa iya aku kelihatan suka sama Erwan? Kayaknya nggak deh, aku kan nggak pernah nyeritain cowok ke Weny, termasuk Erwan?”

Inas merasa bersalah pada dirinya sendiri. “Ya Allah, begini rasanya.. Aku tak tahu harus bagaimana. Bantu aku melewati semuanya Ya Allah. Aku tak mau kehilangan mereka.”

Hpnya berbunyi. Nama Erwan berkedap-kedip di layar. Setelah mengusap airmatanya dan mengatur suara dan nafasnya, Inas akhirnya mengangkat telepon itu.

“ Halo, Wan. Maaf-maaf tadi masih ada tamu, aku tinggal ke depan.”

Maaf, Wan aku bohongin kamu, batin Inas.

“Iya, Nas. Nggak papa. Gimana, kamu mau bantuin aku?”

“Iya. Apa yang bisa aku bantu Wan?”

“ Menurut kamu, Weny suka sama aku nggak?”

“ Suka lah, kamu kan pinter.”

“Bukan itu maksudku. Aku pengen dia jadi pacarku.”

“Kamu udah pernah nyatain ke dia?”

“Belum.”

Jadi Erwan belum nembak Weny, batin Inas.

“Ooh, ya kamu coba aja langsung.”

“Aku nggak berani, Nas. Takut ditolak. Makanya aku mau tanya-tanya kamu dulu. Weny tuh gimana, dia pernah cerita-cerita tentang aku nggak, karena aku merasa sangat dia perhatikan.”

“Oh ya?”

“Iya, Nas. Dia suka pinjam catatanku, dan aku suka itu. Dia juga sms aku malam-malam pas hari ulang tahunku. Aku suka, dia menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulangtahun padaku.”

Oh, ternyata begitu, batin Inas. Weny memang sangat perhatian pada Erwan.

“ Emmm.. begitu, iya, besok aku coba ngomong ke Weny.”

“Ngomong gimana, Nas?”

“Kalau kamu suka dia.”

“Jangan!”

“Terus?”

“Kamu tanya aja dulu, kira-kira kalau ada cowok yang nembak dia, dia gimana?”

“Oh, iya. Besok aku bilang gitu.”

“Oke, makasih ya Nas. Tapi jangan sampai dia tahu kalau itu aku.”

“Oke oke.”

Telepon ditutup setelah keduanya mengucap salam. Inas larut lagi dalam rasa bersalahnya. Rasa gelisah antara harus merelakan Erwan untuk Weny, atau mengaku ke Erwan kalau sebenarnya ia juga suka padanya hanya selama ini tidak berani menampakkan? Karena cinta tak mungkin menyakiti, maka Inas memilih tersakiti. Mencoba melepaskan pikiran-pikiran yang mengikatnya pada Erwan. Satu per-satu ia lepas, Erwan yang pandai, tidak, Erwan biasa saja. Erwan baik, tidak juga, wajar karena dia juga baik pada Erwan. Erwan tampan, tidak, Erwan sangat standar. Ia negasikan semua penilaiannya yang baik-baik tentang Erwan, berusaha fokus untuk menghapusnya. Menghapus semua kebaikan yang membuatnya tertarik. Semakin dia lepaskan, semakin dia hapus, semakin tak karuan rasanya. Lemas.

***

Weny dan Inas duduk di bawah pohon kersen sambil minum es. Keduanya ceria seperti biasa.

“Wen, gimana latihanmu kemarin?”

“Lancar, Nas. Minggu aku lombanya. Doain ya?”

“Iya, Wen. Pasti. Tenang aja, aku juga ikut ke Surabaya buat supporterin kamu, hahaha.”

“Boleh. Tapi kamu ijin Pak Win sendiri aku nggak ikut-ikutan? Hahaha..”

“Becanda. Bisa mati berdiri aku di depan Pak Win sendirian.”

“Hahaha.. doa kamu aja udah cukup, Nas.”

“Oh ya Wen, kemarin Erwan bilang..” kata-kata Inas terputus. Hampir saja ia keceplosan.

“Erwan bilang apa Nas?”

“Mmm, dia bilang dia juga doain kamu supaya kamu berhasil di lomba tari itu. Dia senang kamu udah doain dia di hari ulangtahunnya.”

Nampaknya sederhana, saling berbalas budi. Tidak ada yang tahu bagaimana semua ini terjadi. Inas yang terperangkap di persimpangan jalan, Weny dan Erwan yang menemui jalan buntu. Weny suka Erwan tapi ia tak diijinkan pacaran. Erwan mau menunggu asal Weny memberi jawaban. Tapi Weny tak pernah menjawab sejujurnya pada Erwan. Ia hanya mengatakan, “Aku nggak mau mikir ke situ dulu, orang tuaku nggak ngijinin aku pacaran sampai aku lulus sekolah.”

***

Erwan semakin sering menanyakan hal-hal seputar Weny pada Inas. Makanan kesukaan, warna kesukaan, tokoh idola dan lain-lain. Inas menjawabnya sesuai dengan apa yang sebenarnya.

“Nas, aku kan udah cerita banyak tentang diriku, siapa orang yang aku cintai. Gantian donk kamu yang cerita.”, sms Erwan.

“ Nggak ada yang menarik Wan.”

“Maksudnya, kamu nggak pernah jatuh cinta?”

“Bukan, ya pernah.”

“Ooh.. Siapa Nas? Siapa? Nanti aku bantuin.”

“Kamu janji ya nggak kaget.”

“Janji.”

“Kamu juga nggak boleh berubah.”

“Nggak lah, emang aku Power RANGER berubah? Oke. Siapa?”

“Kamu.”

Erwan tak membalas.

“Tapi kamu jangan curiga, aku tetap bantuin kamu buat deketin Weny kok.” Inas cepat-cepat sms.

“Sekarang perasaan kamu gimana, Nas?”

“Biasa aja kok. Itu kan dulu sebelum aku tahu kamu suka Weny.” balasnya sambil menarik nafas, menahan sebak di dadanya.

“Syukurlah.”

Begitulah, akhirnya ketiganya berpisah. Weny kembali ke orang tuanya, Inas dan Erwan kuliah di Universitas yang berbeda. Ketiganya masih sendiri. Hanya Erwan dan Inas yang tahu mozaik cinta segitiga di antara mereka. Erwan yang bisa menentukan pilihannya. Inas hanya bisa menunggu waktu yang akan menghapus Erwan di hatinya. Weny tak tahu kapan ia pantas menjadi pendamping Erwan.

Lakukan Dengan Hati

lakukan-dgn-hati
Buku yang ditulis Dedy Dahlan ini, secara umum berisi cara-cara enjoy dalam hidup, karir dan pekerjaan. Karena ditulis seorang Passion Coach, buku ini banyak berisi pertanyaan yang membuat kita bertanya pada diri kita sendiri, lalu mencari jawabannya dan akhirnya kita tahu apa yang seharusnya kita lakukan.

Awal semua kesuksesan adalah menikmati apa yang kita lakukan. Ada kekuatan besar saat kita beraktivitas dengan niat tulus, dengan menikmati proses, dan meraih makna dalam melakukannya. Kalau kita bisa bekerja dengan hati, kita tidak perlu mengejar kesuksesan, kesuksesan yang akan mengejar kita.

Golden rule agar bisa bekerja dengan hati adalah, do what you love, or love what you do. Passion dan kepuasan pribadi serta hasrat untuk menikmati aktivitas sehari-hari adalah faktor motivasi yang paling kuat. Menikmati, sama dengan bersyukur. Islam sudah jauh lebih dulu menyebarkan fakta ini, bahwa ketika kita bersyukur, kita akan mendapatkan lebih banyak dari apa yang kita syukuri.

Bekerja dengan hati meningkatkan produktivitas. Rahasia produktivitas Google adalah para karyawannya diwajibkan memakai 20% waktu kerjanya untuk mengerjakan proyek yang menarik yang benar-benar mereka sukai. Hasilnya, Google tak pernah berhenti berinovasi dan berkali-kali dinobatkan sebagai tempat kerja nomor 1 oleh majalah Fortune.

Senjata utama seorang coach adalah pertanyaan, bukan pernyataan atau teori dan basa-basi. Pertanyaan yang tepat membuat kita termotivasi dan menemukan solusi. Misalkan kita sedang galau dalam pekerjaan. Jika kita bertanya “kenapa kerjaan ini nyebelin banget ya?”, secara otomatis otak kita mencari jawabannya “susah, butuh konsentrasi tinggi, bla-bla-bla”. Jika kita bertanya “gimana ya biar saya suka sama pekerjaan ini?” tentu otak juga mencari jawaban yang sesuai untuk pertanyaan tersebut. Dengan menggunakan pertanyaan, kita sesungguhnya memancing otak kita untuk memusatkan diri secara penuh ke arah yang kita inginkan.

10 cara agar selalu enjoy dalam beraktivitas
1. Memberikan makna
Dorongan untuk melakukan sesuatu dari dalam diri kita yang terasa penting dan memberikan makna untuk kita. Dengan memberikan makna pada aktivitas kita, kita bisa merasa puas dengan aktualisasi diri kita.

2. Memiliki sedikit uang
Uang adalah sarana pemenuhan kebutuhan. Dengan memiliki uang, kita bisa beraktivitas dengan tenang karena kita bisa memilih makanan yang kita inginkan, memberi sumbangan kepada yang membutuhkan, dan sebagainya.

3. Memiliki tujuan
Dengan memiliki tujuan, termasuk proses untuk mencapainya kita bisa merasa kuat untuk mendapatkan suatu pencapaian.

4. Bekerja dalam flow
Flow adalah cara dalam bekerja yang membuat kita terserap dalam aktivitasnya, biasanya sampai lupa makan, minum dan sebagainya. Dengan flow, kita bisa bekerja dengan fokus dan nyaman.

5. Menciptakan variasi
Aktivitas rutin bisa dibuat berbeda, dengan perbedaan yang positif kita bisa mempertahankan energy dan antusiasme.

6. Menikmati istirahat dan rekreasi
Berhenti sejenak untuk menyegarkan pikiran, hati dan tubuh yang lelah. Dengan beristirahat dan rekreasi, kita bisa merasa senang dan memiliki energy baru

7. Membangun relasi
Pembinaan hubungan dan ikatan emosional, ikatan sosial, kekeluargaan, pengakuan dan komunikasi bisa memberikan rasa mencintai dan dicintai.

8. Memberi dan berbagi
Memberi sebagian apa yang kita miliki memberikan rasa penting, tercukupi, bahkan berlebih.

9. Berpegang pada keyakinan
Keyakinan pada Tuhan membangkitkan rasa tenang dan damai.

10. Kehadiran penuh
Dengan memusatkan diri dan seluruh perhatian pada kondisi saat ini, pada apa yang ada di tangan, dan yang bisa diselesaikan saat ini kita akan terhindar dari rasa galau.

Sebab-sebab galau
1. Kurang hadir dalam tujuan kita dan lupa pada apa yang mau kita raih dari aktivitas kita. Bukannya fokus pada tujuan, malah memikirkan 100 keinginan yang berbeda pada saat yang sama.
2. Kehilangan pegangan pada realitas. Bukannya memikirkan hal yang ada di hadapan kita, malah memikirkan masalah yang belum tiba saatnya untuk diselesaikan.
3. Memusatkan diri pada situasi negatif yang belum tentu terjadi. Bukannya fokus pada aktivitas yang bisa dilakukan saat ini, malah memikirkan 100 hal terburuk yang ‘bisa saja’ terjadi.
4. Membandingkan diri kita dengan orang lain. Bukannya memanfaatkan apa yang kita punya, malah sibuk memikirkan apa yang tidak kita punya

Galau buang jauh-jauh…..

Putri Kelinci dan Wortel Biru

Pada zaman dahulu kala, tinggallah seorang raja dan permaisurinya di sebuah kerajaan nan megah. Kebahagiaan mereka kian nyata ketika mereka dianugerahi seorang putri cantik. Putri tersebut diberi nama Aura.

Kecantikan Aura kian hari kian terlihat. Hingga suatu saat seorang ratu jahat mendengar kabar kecantikan Aura. Ratu jahat tidak terima jika ada yang menandingi kecantikannya. Ratu pun kemudian menyuruh penyihir mengubah putri Aura menjadi seekor kelinci. Aura yang menyadari dirinya telah berubah wujud menjadi seekor kelinci tak bisa berbuat apa-apa. Ia berteriak pada semua orang tapi tak seorangpun mendengar. Ia memanggil-manggil ayah dan ibunya namun keduanya juga tak bisa mendengar suara Aura.
rabbit2_wallpaperstocks
“Bagaimana penyihir, sudah kau laksanakan perintahku?”
“Sudah, Ratu. Aura kini menjadi seekor kelinci. Ia hanya bisa berubah saat makan wortel yang berwarna biru. Itu tentu hal yang mustahil, Ratu. Hahahaha.”
“Hahahaha.. Bagus. Sekarang, tak ada yang menandingi kecantikanku. Hahahaha”

Kelinci jelmaan Aura dirawat dengan baik oleh permaisuri yang tak lain adalah ibundanya sendiri. Kelinci itu menjadi penghibur permaisuri yang sedih karena kehilangan anaknya. Segenap usaha telah dilakukan untuk mencari Aura tetapi Aura tetap tidak ditemukan.

Pada suatu hari, kerajaan mengadakan pesta untuk mengenang Aura, sekaligus berbagi dengan rakyat jelata. Permaisuri merasa harta tidak ada artinya tanpa adanya Aura disisinya. Para pembantu kerajaan sibuk dengan tugasnya masing-masing.

“Tolong ambilkan wortel untuk kelinci ini,” perintah permaisuri kepada dayangnya.
“Baik, Gusti.”

Ternayata semua wortel sudah dimasak oleh juru masak istana. Hanya tersisa satu wortel. Dayang mengambil wortel itu dan akan segera menyerahkannya pada permaisuri. Tiba-tiba, “Plung…” wortel yang dibawanya masuk ke dalam cat yang digunakan seorang pembantu kerajaan yang sedang mengecat istana dengan warna biru.
“Gusti, mohon maaf wortelnya seperti ini, saya tidak sengaja menceburkannya dalam cat biru di depan pintu dapur istana. Di dapur sudah tidak ada lagi wortel yang lain.”

Permaisuri sedih. Ia begitu kasihan pada kelincinya, semua orang sedang berpesta, tapi ia harus makan wortel yang kena cat.
“Maafkan aku kelinciku”, kata permaisuri sambil memberikan wortel itu pada si kelinci.

Dengan enggan, si kelinci memakan wortel biru tersebut. Tiba-tiba “sriiing..” kelinci berubah menjadi Putri Aura. Permaisuri, dayang, dan Aura sendiri takjub pada apa yang baru saja terjadi.

“Putriku..”
“Putri Aura..”
“Ibunda, dayang.. aku kembali menjadi manusia..”

Hari itu menjadi hari paling special bagi raja dan permaisuro. Mereka mendapatkan putrinya kembali dan bisa berbagi kebahagiaan dengan segenap rakyatnya.

#Dari majalah Bobo, masa kecil saya, tapi sudah lupa edisi berapa.

Agrinda

Agrobisnis Berbasis Urban Farming

Kali ini saya ingin berbagi tugas manajemen kewirausahaan saya, yaitu membuat bisnis plan. Formatnya mungkin berbeda dengan bisnis plan yang lain, karena ditentukan sendiri oleh dosen saya sebagai follow up mata kuliah. Jadi, bagaimana materi-materi yang disampaikan dosen diramu oleh mahasiswa untuk menyusun bisnis plan ini.

Berikut ini hasil ramuan saya:

AGRINDA
Agrobisnis Berbasis Urban Farming
1. Visualisasi Usaha
Nama usaha : PT. Agrinda
Bidang usaha : Restoran dan Kolam Pemancingan Ikan
Alamat perusahaan: Dsn. Bandar Kedungmulyo, Ds. Bandar Kedungmulyo, Kec. Bandar Kedungmulyo, Jombang
Agrinda bergerak di dua bidang:
1. Restoran:
Agristo (Agrinda Restoran) menawarkan aneka menu olahan ikan air tawar (nila, gurame, patin, lele) yaitu ikan bakar, ikan goreng, pepes ikan, bakso ikan dan kerupuk ikan. Semua yang disajikan di Agristo berbahan organik.
2. Kolam pancing:
Agrifish (Agrinda Fishing) menawarkan kolam pemancingan ikan yang rindang dengan ikan-ikan yang beragam. Sambil memancing, para pemancing bisa melihat keindahan sawah sekaligus menikmati menu yang ditawarkan Agristo.
2. Logo, Jargon dan Nilai Perusahaan
a. Logo Perusahaan
agrinda
Makna logo:
 Huruf A: A sebagai karakter pertama dalam kata Agrinda
 Warna hijau: semua yang disajikan di Agrinda segar dan organik
 Ikan menghadap ke atas: ikan dengan kualitas terbaik
 Warna kuning: abadi, Agrinda selalu menjadi yang terpercaya
 Huruf i diatas anak tangga: inovasi dilakukan terus-menerus

b. Jargon : The Freshest the healthiest ( paling segar paling sehat)
c. Nilai : bahan organik dan segar, pelayanan profesional dan beretika, fasilitas berstandar kualitas tinggi

3. Visi dan Misi Perusahaan

a. Visi: Menjadi perusahaan agrobisnis yang terpercaya di Indonesia dengan branding image berbahan organik dan segar, pelayanan profesional dan beretika
b. Misi: Menjalankan usaha restoran dan kolam pancing secara profesional dan beretika dengan mengoptimalkan keunggulan yang dimiliki (organik)

4. Rencana Strategis
4.1. Perijinan
Perijinan pendirian usaha dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Membuat akte perusahaan pada notaris
b. Mendapatkan surat keterangan domisili usaha dari kecamatan
c. Mengurus NPWP perusahaan
d. Mendapatkan surat keputusan pengesahan akte pendirian perusahaan dari Departemen Hukum dan HAM
e. Mengurus SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) di Pemda
f. Mengurus TDP (Tanda Daftar Perusahaan) di Pemda
4.2. Modal
Modal awal untuk membuat usaha ini adalah:
Beli lahan Rp 500.000.000
Bangunan Restoran Rp 30.000.000
Bangunan Kantor Rp 20.000.000
Bangunan 2 Gudang Rp 30.000.000
Pembuatan Kolam Rp 10.000.000
Penataan Sawah Rp 5.000.000
Pembuatan tempat kompos Rp 3.000.000
Bibit ikan Rp 1.000.000
Benih padi Rp 1.000.000
Perawatan ikan 1x masa tanam Rp 1.000.000
Perawatan sawah 1x masa tanam Rp 2.000.000
Peralatan pertanian Rp 4.000.000
Peralatan restoran Rp 10.000.000
Peralatan kantor Rp 5.000.000
Gazebo Rp 5.000.000
Gaji karyawan 3 bulan Rp 12.000.000
Promosi Rp 20.000.000
Lain-lain Rp 14.000.000
Jumlah Rp 673.000.000
Modal diperoleh dari penjualan saham.

4.3. Lokasi
Lokasi usaha ini di jalan raya jurusan Kertosono-Surabaya di Desa Bandar Kedungmulyo. Lokasi ini merupakan jalan utama dan dilewati kendaraan umum. Strategis untuk usaha apa saja, apalagi lokasinya beririsan dengan persawahan, sehingga sangat cocok untuk usaha ini. Iklim bisnis di lokasi ini juga bagus, karena banyak rumah makan, yang khas di daerah ini adalah pecel lele.

4.4. Rekrutmen karyawan
Rekrutmen karyawan dilakukan dengan pemasangan iklan di koran, dan penyebaran brosur. Untuk awal-awal usaha, yang terpenting adalah karyawan lapangan, terutama koki, pramusaji dan kasir, serta asisten di kantor. Masalah manajemen ditangani sendiri dulu. Untuk perawatan sawah dan kolam bisa merekrut karyawan lepas.

4.5. Penataan tempat
denah1
Untuk penataan dalamnya restoran, dibuat bernuansa pedesaan yang bersih dan segar. Dinding-dinding dihiasi lukisan pertanian dan perikanan. Di sudut-sudut ruang diberi aquarium. Selain di dalam restoran, pengunjung bisa menikmati makanannya di gazebo yang tersebar di luar. Sementara untuk kolam pancing, di satu sisi kolam diberi pohon yang berjajar sepanjang kolam. Di samping kolam diberi batu-batu kecil, selain untuk keindahan juga bisa untuk terapi kaki agar peredaran darah lancar. Gazebo di sekitar kolam memungkinkan pemancing menikmati menu-menu restoran sambil tetap memperhatikan mata pancingnya.

4.6. Tes produksi
Sebelum restoran dan kolam pancing dioperasikan, sawah dan kolam ikan sudah digarap. Jadi ketika sawah sudah panen, dan ikan pun siap dipanen, produksi dimulai. Padi yang telah dipanen dikeringkan dan dijadikan beras untuk nasi di restoran. Ikan-ikan segar yang baru ditangkap dari kolam dijadikan sebagai bahan menu ikan di restoran.

4.7. Soft launching
Soft launching dilakukan sebagai tindak lanjut dari percobaan produksi. Dalam hal ini menu restoran diperkenalkan, begitu pula arena kolam pancing. Soft launching ini bertujuan untuk menginformasikan bahwa akan segera dibuka Agrinda sebagai tempat makan yang sehat dan segar serta tempat memancing yang asyik. Selain itu, untuk mendapatkan feed back dari masyarakat, kritik dan saran masyarakat dibuat acuan untuk langkah selanjutnya. Sasaran dari soft launching adalah warga di sekitar lokasi.

4.8. Grand opening
Grand opening dilakukan untuk menginformasikan kepada masyarakat yang lebih luas bahwa Agrinda resmi dibuka. Untuk selang beberapa waktu dari Grand Opening dilakukan promo, yakni dengan memberikan harga yang murah serta undian berhadiah untuk konsumen yang berbelanja di atas nominal tertentu.

4.9. Inovasi
Inovasi dilakukan berdasarkan analisis pasar, karena dari waktu ke waktu perilaku pasar selalu berubah. Yang terpenting harus selalu dijaga adalah nilai usaha ini, yaitu segar dan organik. Inovasi yang dilakukan berupa penambahan menu, variasi sambal (mulai dari tidak pedas sampai sangat pedas atau sambal khas daerah-daerah tertentu seperti sambal terasi, sambal ijo dan lain-lain), serta pembuatan paket-paket (paket pelajar, paket pegawai dan paket eksekutif).

5. Ide dan Peluang
Setiap orang butuh makan setiap hari. Semakin banyak penduduk suatu negara, semakin besar kebutuhan bahan pangannya. Melihat kondisi Indonesia yang lahan pertaniannya semakin sempit, saya memiliki ide untuk menerapkan urban farming. Pekarangan di rumah saya masih cukup luas, dan di belakang pekarangan ada lahan pertanian milik warga yang luas. Jenis tanaman yang biasa ditanam oleh warga adalah padi dan jagung. Kondisi masyarakat di desa saya tidak bisa dikatakan maju, tetapi juga tidak bisa dikatakan tertinggal. Mayoritas pemudanya lulusan SMA/sederajat, dengan profesi mayoritas karyawan swasta (pabrik, toko, dll). Di sana juga terdapat peternakan sapi potong dan domba milik salah seorang warga. Berdasarkan keadaan masyarakat dan lahan yang cukup, saya ingin membuat bisnis Agrinda ini. Saat ini masyarakat mulai sadar pentingnya hidup sehat, maka peluang usaha makanan organik tentu semakin besar.

6. Sumber Motivasi
Motivasi pertama dari ibu. Saya ingin bisa membahagiakan ibu dan mengangkat perekonomian keluarga. Kedua, saya ingin Indonesia menjadi negara swasembada pangan. Dari dua motivasi itu, saya mencari-cari profil tokoh Urban Farming Indonesia, dan menemukan nama Ridwan Kamil, Pendiri Komunitas Indonesia Berkebun yang memiliki misi untuk menyebarkan semangat positif peduli lingkungan dan perkotaan dengan program urban farming. Beliau menyatakan bahwa urban farming menjadi salah satu cara memacu kreativitas dan menemukan kebahagiaan. Selain lingkungan menjadi lebih hijau, juga bisa menghasilkan tanaman yang bisa dikonsumsi maupun dijual. Jadi saya berfikir, kalaupun nanti usaha ini sulit berkembang, tidak masalah, saya sudah sangat bahagia, punya sawah dan kolam ikan sendiri. Makan dari hasil panen sendiri. Motivasi yang lain adalah teman-teman SMA saya yang suka berkumpul di tempat makan. Pasti mereka senang kalau ada tempat makan yang baru, apalagi milik temannya.

7. Risiko Usaha
a. Risiko pasar
Di daerah Bandar Kedungmulyo, sudah banyak Rumah Makan penyetan (lebih dikenal dengan pecel lele). Harga di rumah makan tersebut relatif terjangkau. Jadi, risiko pasar yang dihadapi adalah persaingan harga, meskipun segmen pasar usaha ini luas, mulai dari kalangan pelajar sampai eksekutif.
b. Risiko finansial
Biaya yang dibutuhkan untuk usaha ini meliputi biaya pembuatan kolam, pembangunan restoran, kantor, lahan parkir, tempat pembuatan pupuk, tempat pengolahan panen, serta gazebo dan properti-properti yang lain. Kemudian biaya pembelian alat-alat pertanian, bibit tanaman dan ikan serta ongkos pekerja. Karena memilih agrobisnis yang organik, maka biaya yang dikeluarkan lebih besar karena butuh karyawan lebih banyak. Risiko kerugian untuk hasil sawah kecil, karena beras maupun jagung bisa disimpan dalam jangka waaktu yang lama. Sementara risiko kerugian untuk hasil kolam bisa besar jika saat panen ikan-ikan tersebut tidak bisa dipasarkan. Sebenarnya ikan bisa terus dipelihara melebihi masa panen, tetapi itu menjadikan pengeluaran pakan membengkak sementara harga jualnya tetap.
c. Risiko teknis
Agrobisnis organik lebih rumit dibanding yang tidak organik. Misalnya dalam pengobatan tanaman. Kalau organik, pupuk harus dibuat dulu, nanti pestisida juga buat sendiri lagi. Sedangkan yang anorganik, cukup semprotkan satu bahan, bisa berperan sebagai pupuk sekaligus pestisida. Karena ada usaha restoran, maka butuh SDM yang pandai memasak.

8. Strategi Inovasi
a. Menciptakan manfaat: masyarakat yang ingin mendapatkan makanan yang organik bisa dengan mudah mendapatkannya di Agrinda.
b. Meningkatkan nilai inovasi: ada pilihan nasi putih dan nasi jagung, ada banyak pilihan menu ikan, ada paket-paket menu. Semua bahan organik dan bersih.
c. Beradaptasi dengan lingkungan sosial ekonomi pelanggan: ada paket-paket menu sesuai tingkat ekonomi pelanggan (paket pelajar, paket pegawai dan paket eksekutif).
d. Menyajikan apa yang dianggap bernilai dari pelanggan: nilai yang ditawarkan adalah kesehatan dan wawasan lingkungan.

9. Bentuk Badan Usaha
Bentuk badan usaha yang saya inginkan adalah PT (Perseroan Terbatas)
10. Struktur Organisasi Usaha
organisasi

Demikian tulisan ini saya buat. Besar harapan saya adanya saran dari berbagai pihak untuk perbaikan penulisan maupun ide-ide untuk merealisasikan usaha ini. Tak lupa terimakasih saya ucapkan kepada semua pihak yang terlibat terutama Bu Poppy, dosen Kewirausahaan.

Bintang Putih

bintang

Farid memandangi kertas karton yang tertempel di dinding kamarnya. Salah satu dari 100 targetnya adalah pergi ke luar negeri. Ia ingat bagaimana dulu ia berjuang meyakinkan bapaknya agar mengijinkannya pergi ke Singapura. Kerinduannya pada kampung halaman semakin dalam ketika ia sampai di tulisan targetnya yang berikut, memiliki usaha kerajinan batu onyx. Bayangan bapak, ibu dan Mumtaza adiknya menyelinap ke dalam hati.

Suatu malam, Mumtaza meminta Farid bercerita tentang sejarah kampungnya. Adiknya yang masih empat tahun itu, suka sekali mendengarkan cerita. Selama ini Farid suka menceritakan dongeng dan cerita hewan. Kenapa kali ini adiknya bertanya sejarah? Farid yang tidak tahu persis sejarah Bawean, asal menjawab supaya adiknya senang.

“Kakak ndak tahu dek, yang jelas Bawean itu artinya sinar matahari.”

Adiknya malah berimajinasi sendiri. “Oh, mungkin dulu matahari itu ada di sini Kak. Terus karena air laut pasang, dia naik ke langit, dan setiap pagi dia muncul dari atas laut, sorenya masuk lagi ke dalam laut.”

“Hahaha, kamu ini ada-ada saja, Dek.” Farid tidak menyangka adiknya begitu kreatif, tapi lucu dan ngawur.

“Lho, bener kan Kak, tiap pagi Taza lihat matahari keluar dari atas air laut dan sorenya masuk lagi ke dalam laut.”

“Matahari itu tidak hanya bisa dilihat dari sini, Dek. Semua orang di seluruh dunia bisa melihatnya.”

“Dunia itu seluas apa Kak? Apa orangnya sama kayak yang di sini?”

“Nanti kalau kamu sudah besar akan tahu sendiri.”

“Ah, Kak Farid mesti gini.” Mumtaza cemberut.

“Jangan marah, Dek. Tuh bapak datang.”

Mumtaza langsung lari ke arah bapaknya yang baru pulang dari galangan. Gadis kecil itu mencium tangan bapaknya, lalu menyeretnya duduk di kursi rotan tempatnya tadi berbincang dengan kakaknya.

“Pak, careta’agi kasengko’ asal mola kampong keta.”1

“Dek, Bapak baru pulang biar istirahat dulu. Ambilkan minum sana, gih.”

Tak seperti biasanya saat disuruh, Taza langsung beranjak ke dapur dan kembali membawa dua gelas air minum, diikuti ibunya yang membawa pisang goreng.

“Ayo, Pak.. mulai ceritanya.”

“Kampung kita ini dulunya tak berpenghuni. Suatu saat pada masa kerajaan Majapahit, seorang pelaut terjebak badai. Ia terombang-ambing di atas perahunya. Pada saat matahari terbit, ia terdampar di pulau ini. Oleh sebab itu, pulau ini diberi nama Bawean, artinya ada sinar matahari.”

Cerita yang sigkat itu ternyata berhasil membuat Taza senang dan tidak bertanya-tanya lagi. Mungkin karena ia sudah tidak sabar ingin segera makan pisang goreng buatan ibu. Meskipun pada esok harinya, ia bertanya pada Farid kemana sebenarnya tujuan pelaut itu berlayar.

“Ndak tahu, Dek. Mungkin hanya ingin berlayar tanpa tujuan,” jawab Farid.

“Rid, tolong antarkan guci-guci ini ke rumah Haji Mukhlis!” pinta Bapaknya.

“Tumben, Pak. Haji Mukhlis pesan sebanyak ini. Apa saudaranya yang dari jauh datang lagi?”

“Bapak juga ndak tahu. Sudah, cepat antarkan saja. Nanti tanya sendiri ke Haji Mukhlis!”

Bapaknya merapikan guci-guci itu di atas gerobak.
“Sudah siap, Rid. Hati-hati bawanya, jalan pelan-pelan saja, Le.”

“Iya, Pak.”
Setelah lima menit berjalan sambil mendorong gerobak, Farid sampai di rumah Haji Mukhlis, seorang tokoh agama yang kaya dan disegani di Sawahmulya.

“Wah, pesenanku sudah jadi. Bapakmu memang hebat, Rid. Di Bawean belum ada orang yang setelaten bapakmu mengolah batu onyx.”

“Bapak senang sekali dengan pekerjaannya, Bah. Ngomong-ngomong Abah beli guci sebanyak ini buat apa?”

Farid menata guci-guci itu di halaman depan rumah Haji Mukhlis.

“Besok Wahab balik ke Jogja, dia pengen bawa oleh-oleh gerabah dari batu onyx sekalian ditawarkan temannya. Besok ada temannya dari Surabaya yang njemput di pelabuhan Tanjung Perak untuk bawa semua guci ini pakai mobil.”

“Oh, salam buat Kang Wahab Bah. Saya pamit dulu.”

“Naddeh nyo’on, Rid!”2

Pulau Bawean memiliki sumber daya alam berupa batu onyx, sejenis marmer yang tembus cahaya. Selama ini yang terkenal dengan kerajinan batu onyx adalah Tulungagung. Sedikit yang tahu bahwa hampir semua bahan baku kerajinan onyx Tulungagung berasal dari Bawean. Batu onyx Bawean banyak dilirik investor mancanegara, namun karena keterbatasan skill, batu onyx diekspor hanya sebagai bahan baku setengah jadi.

“Araa..mak ghik bede edinnak, ekowa la alajer ka Singgapur, Rid?”3
Maryam yang mengirim makan untuk bapaknya menyapa Farid.

“Belum, Mar. Belum ada biaya berangkat. Bapak juga belum mengijinkan. Aku masih memikirkannya lagi. Kata Bapak lebih baik di sini, bekerja untuk kampung sendiri”

“Kalau dipikir-pikir benar juga. Bawean ndak pernah bisa ekspor onyx dalam bentuk kerajinan jadi karena hampir semua laki-lakinya merantau ke luar negeri. Pulau ini benar-benar jadi Pulau Putri.”

“Iya, putri yang cantik seperti Maryam.”
Farid tak sengaja mengucapkannya. Maryam memang cantik, santun dan murah senyum. Itulah yang membuat Farid selalu terbayang-bayang wajahnya. Gadis yang hanya disekolahkan sampai SMP itu kritis dan pandai sebenarnya. Namun ia tak bisa melanjutkan sekolah karena dua hal. Pertama, tidak ada biaya. Kedua, Bapaknya ingin ia menjadi guru ngaji. Yang terpenting adalah pengetahuan agama. Pengetahuan umum nomer sekian, asal bisa baca-tulis-hitung sudah cukup. Apalagi Maryam seorang perempuan, dinilai tidak perlu menuntut ilmu tinggi-tinggi, toh nanti pekerjaannya di dapur.

Maryam tertegun. Kalaupun Farid tak serius, ia tetap tak bisa begitu saja melupakan kata-kata yang baru saja diucapkan Farid itu.

“Eson maksud Be’na?”4

Farid salah tingkah. “Maryam yang aku maksud itu.. mmm… batu bintang putih, marmer yang cemerlang.”

“Ooh, aku kira.. ya sudah, kalau begitu aku pamit dulu ya, Rid. Ibu nunggu di rumah.”

“Iya, silahkan, Mar.”

Batu onyx bintang dan bintang putih hanya ada di Bawean. Ciri-cirinya adalah tembus cahaya seperti kaca. Batu onyx bintang memiliki corak garis-garis atau urat yang berwarna kecoklatan sedangkan bintang putih lebih bening dan mengkilap.

Sore harinya, bapak mengajak Farid diskusi. Mereka kini kesulitan mendapatkan batu bintang putih karena para penambang banyak yang menjual batunya kepada orang asing, dari Singapura dan Malaysia, juga dari Tulungagung.

“Kalau tidak ada bintang putih, otomatis orderan bapak jadi sedikit, Le. Bagaimana kalau kita membuat usaha yang lain?”

“Makanya, Pak, ijinkan Farid ikut daftar PJTKI ke Singapura saja, Pak. Arif teman sekolah Farid juga sudah daftar kemarin. Gajinya lumayan besar, Pak.”

“Bapak ndak setuju kalau kamu pergi dari Bawean, Rid. Apalagi jadi buruh di negeri orang.”

“Ayolah, Pak. Demi masa depan kita.”

“Ndak. Bapak tetap ndak setuju. Kamu boleh pergi dari Bawean asal tujuannya untuk menuntut ilmu, setelah itu kamu harus kembali dan mengabdi untuk kampung ini. Coba kamu lihat Bapak dan orang-orang kampung yang tidak berpendidikan, tidak bisa berbuat apa-apa saat orang-orang asing mengeruk kekayaan alam kita.”

Farid gagal meyakinkan Bapaknya. Hatinya semakin risau. Akankah seumur hidupnya hanya dihabiskan di pulau jauh yang dari mana-mana dan tak terjangkau listrik ini. Tapi ia juga tidak tahu harus berbuat apa.

“Pergilah mencari ilmu yang bermanfaat untuk Bawean! Bapak ada sedikit tabungan, cukup kalau kamu pakai daftar kuliah. Kemarin Bapak sudah cerita pada Haji Mukhlis. Beliau setuju bahkan bersedia membantu kalau kita kekurangan biaya. Bawean punya sumber daya alam batu onyx terbaik. Kalau orang-orang Bawean tetap begini kita akan dijajah, Rid. Para investor asing sudah pada berdatangan, semua akan berlomba-lomba mengambil onyx sebanyak-banyaknya. Seperti halnya dulu orang asing datang untuk mengambil rempah-rempah kita.”
***
Asrama mahasiswa terlihat sepi. Hanya beberapa mahasiswa yang masih di sana, mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan penelitian, dan beberapa mahasiswa yang berasal dari jauh seperti Farid. Farid harus menahan rindunya pada kampung halaman karena untuk pulang butuh biaya yang tidak sedikit. Dari Bandung ke Surabaya naik kereta, kemudian naik angkutan ke pelabuhan Tanjung Perak untuk naik kapal menyeberangi Laut Jawa menuju Bawean. Belum lagi biaya untuk kembali ke Bandung.

Maryam, bintang putih di hatinya membuatnya selalu ingat bahwa hidup seharusnya sederhana saja, asal bermanfaat bagi yang lain. Impian bapaknya, menjadi motivasinya untuk terus berjuang menjadi yang terbaik di jurusan Teknik Material dan Metalurgi di suatu institut ternama di Indonesia. Dua tahun menjadi mahasiswa sudah memberikan Farid banyak kesempatan berkompetisi dan menjadi juara, salah satunya juara lomba karya ilmiah bidang material dengan mengkarakterisasi batu bintang putih dan membuat replikasi material batu bintang putih. Ia juga menjuarai lomba cipta lagu dengan judul Bintang Putih.

Bintang putihku
Bercahaya sepanjang waktu
Terangi ruang hatiku
Selaksa terbitnya matahari
Kau pancarkan kilau yang jernih
Bak istana Mumtaz
Elok corakmu yang khas
Duhai bintang
Teruslah bersinar terang
Berikan kebahagiaan
Pada tiap mata yang memandang
Kau bintang yang cemerlang
Saksikan aku berjuang
Mencari sebuah harapan
Untuk orang-orang yang kusayang

—Selesai—
Dialek Bawean:

1. Pak, ceritakan tentang sejarah asal mula kampung kita!
2. Terimakasih
3. Kok masih di sini, katanya sudah berlayar ke Singapura?
4. Aku maksud kamu?

Save Our Soul

Image

Di depan sebuah supermarket. Seorang gadis menenteng tas penuh snack dan soft drink. Dari dandanannya, seperti seorang mahasiswi, memakai sepatu dan tas ransel. Setelah meletakkan belanjaan di gantungan di belakang stang, ia kendarakan motor matiknya. Gadis itu menuju ke warung Soto di seberang jalan, memesan satu porsi dibungkus.

Di seberang jalan, di depan supermarket tadi seorang laki-laki tua menjajakan dagangannya yang dipajang di atas sepeda jengki tua. Mainan anak-anak. Bukan balon, bola, robot, boneka, mobil-mobilan atau pistol-pistolan. Tetapi cangkang bekicot yang diwarnai merah, kuning, hijau, biru. Laki-laki itu sendiri bahkan tak tahu nama mainan yang dijualnya itu. Ia hanya menyebutnya etek-etek, sesuai dengan bunyi yang dihasilkannya.

“Mainan apa ini, Pak?” tanya seorang anak laki-laki enam tahunan yang kebetulan ikut ibunya belanja di supermarket itu.

“Etek-etek, Nak. Gini cara mainnya,” jawabnya lalu membunyikannya menggunakan sebatang stik bambu yang digesek-gesekkan di antara dua cangkang bekicot yang diapit bambu berbentuk huruf Y. “tek- etek- etek – etek, ” bunyinya.

Ibu si anak sudah tak sabar, segera ia keluarkan selembar uang kertas Rp 2000 dan memberikan pada Bapak tua tadi. “Satu ya, Pak. Ayo Leo, mama buru-buru,” katanya sambil menyeret anaknya masuk ke supermarket.

Selain ibu galak ini, orang-orang yang melihat hanya ber-“Oh” dalam hati, ada kakek yang jualan etek-etek. Lalu berpikir, ah mainan itu kan tidak terlalu penting, lebih baik beli keperluan yang lain di dalam.

Terhimpit pelik strata kasta manusia

Masih terjepit lingkup hitam membuai mata

Mereka masuk, melesat, menyebar

Dari akar sisa generasi yang tersebar

Entah ke mana kan kubawa diriku pergi

Karena ku terjebak dalam sistem industri

Lahir, sekolah, bekerja, mati

Sistem hidupku berpatok pada materi

 

Tidak jauh dari sana. Di sebuah kampus ternama di Surabaya, seorang mahasiswa terlambat datang ujian karena ketiduran. Sudah begitu ia dikejar-kejar anak penjaja koran di depan gerbang.

“Mas, korannya Mas.”

“Maaf dek, mas buru-buru.” Sebenarnya tidak hanya itu, di kos dia sudah langganan koran, dan tadi pagi dia sudah baca koran. Ini sudah sore, apa mungkin ada berita baru lagi, rasanya tidak karena yang dibawa anak kecil itu koran yang sama dengan yang di kosannya. Dia sambil terus berjalan, anak itu menyejajari langkahnya.

“Ayolah, Mas. Buat beli makan.”

“Maaf dek, Mas telat ujian.” Lima menit lagi dia tidak boleh masuk ruang ujian. Dia lari mengejar ujiannya, amanah orang tuanya untuk belajar. Anak kecil tadi berhenti, tiba-tiba merasa bersalah.

Ironi yang menyesakkan. Mahasiswa lari-lari karena terlambat datang ujian. Ia lalai, teledor. Seorang anak mengejar-ngejar demi beberapa ribu rupiah untuk makan. Sekolah tak ada di pikirannya. Salah siapa? Ia terpaksa.

Save our soul, we need a new world

Save our soul, ready for changes

Save our soul, prepare yourself for new revolution

Ready for everything, it’s a must

Ready for fighting, it’s a must

Prepare for something, something to prepare

Whole in the wall, just save our soul

 

Adzan maghrib berkumandang. Para jamaah berangkat ke masjid. Jamaah putra memenuhi shaf kiri depan. Sebagian masih ada yang berwudhu. Jamaah putri mengisi shaf sebelah kanan sekat pemisah. Iqomah dikumandangkan, jamaah berdiri.

Di depan masjid, seorang ibu sibuk menggoreng pisang dan singkong di gerobak kaki limanya. Panggilan shalat menurutnya bukanlah yang wajib ia penuhi sekarang, sementara mencari uang untuk tiga anaknya adalah lebih wajib. Barangkali jika ia sering ikut ngaji, ia tahu kalau shalat itu dalam keadaan apapun. Barangkali ia juga akan tahu bahwa rejeki itu Allah yang ngatur. Shalat dan sabar itu bekal hidup yang utama. Barangkali ia sudah paham tapi keadaan mendesaknya begini. Ia terkadang ragu apa dia pantas menjejakkan kaki di rumah Allah bersama orang-orang yang bersih dan wangi itu. Barangkali ia tak punya kesempatan ngaji, tak ada yang peduli.

Wake up everyone

Cause now it’s time to face the revolution

Song by Bondan Prakoso

Bu Guru, Maafkan Aku

Aku sering pulang lebih dulu dibandingkan teman-teman yang lain. Setiap mau pulang, Bu Guru memberikan pertanyaan. Siapa yang bisa menjawab boleh pulang. Kebetulan yang ditanyakan Bu Guru seringkali adalah sesuatu yang aku mengerti. Lagu ini-itu, doa ini-itu, atau huruf dan angka ini-itu. Jadi, beruntunglah aku, selalu menjadi yang pertama meninggalkan kelas. Ini TK.

Pelajaran mulai banyak, buku tulis sudah dipisah-pisah. Bahasa, Matematika, IPA, IPS, PPKN, Kesenian, Agama Islam. Aku bukan superior lagi. Banyak kebodohan yang aku lakukan. Aku susah membayangkan sesuatu yang abstrak, misalnya penjumlahan di atas 10. Sebut saja 8 ditambah 3. Ibu mengajariku 8nya di mulut, terus ditambah jariku 3. Aku tidak paham, di mulutku tidak ada angka 8. Aku juga heran kenapa waktu itu begitu saja tidak paham. Kan tinggal menghitung 3 jariku dimulai dari angka setelah 8. Aku juga sedikit susah menghafal. Barangkali aku lupa kalau Bu Guru pernah menerangkan kalau trotoar adalah tempat berjalan kaki. Di ulangan bahasaku, trotoar adalah tempat penginapan. Ulangan IPAku, matahari terbit dari Kedungasem (dusun di timur rumahku). Pelajaran kesenian lukisanku selalu pemandangan gunung-matahari-sawah. Olahraga, aku takut bola. Voli aku selalu lari sebelum bola mendekat, kasti pun begitu. Hanya lari, senam dan lompat tali aku lumayan. Ini kelas satu SD.

Entah bagaimana, Allah memberiku ilham. Aku tiba-tiba mudeng matematika, dari penjumlahan sampai pembagian. Aku juga bisa menghafalkan pelajaran lain. Yang masih sama, aku tidak bisa menggambar. Tugasku membuat peta Indonesia kukerjakan dengan bantuan kertas karbon. Aku juga masih takut bola. Sebuah kemajuan, kelas 2-6 SD aku juara 1. Kelas 5 aku mewakili sekolah sebagai duta senam santri, cerdas cermat dan cipta puisi dan komandan pleton putri gerak jalan di kecamatan.

Itu tadi perjalanan sekolah formalku. Perjalananku belajar ngajipun berliku. Aku mulai ikut ngaji di TPQ sejak nol kecil. Sekitar kelas dua, aku sudah Al-Qur’an tapi tajwidku jelek. Sampai suatu saat, Bu Guru ngajiku menyuruhku mengulang suatu halaman yang tajwidnya susah dan aku tidak paham. Setiap hari aku mengulang bacaan itu, dan aku belum juga lancar. Satu minggu lebih aku mengulangnya, belum juga lancar. Aku mutung. Besoknya aku tidak masuk ngaji. Aku ajukan alasan ngantuk, capek dan sebagainya sampai suatu saat ibu tahu aku hanya beralasan. Ibu marah. Aku kekeh tetap tidak mau ngaji. Antara marah, malu, bosan dan sebal. Ibuku terus membujukku. Akhirnya mau nggak mau aku harus kembali ke TPQ. Kutulis di lembar penilaian ngajiku; halaman sekian-sekian lancar. Paraf Bu Guru kutirukan. Akhirnya halaman yang kemarin-kemarin menyiksaku terlewati.

Bu Guruku yang baik, maafkanlah aku. Aku kini malu sendiri…

Oh Inikah Cinta? Beginikah Cinta?

Cinta, bisa menguatkan, bisa juga menghancurkan.Bicara tentang cinta, sebenarnya cinta itu apa sih? Tidak ada yang bisa mendefinisikan atau bahkan setiap orang bebas mendeskripsikannya? Hmm, let the cat out of the bag, alias mari kita kupas tuntas tentang cinta berdasar satu buku yang saya baca; Kitab Cinta dan Patah Hati karya Sinta Yudisia.

kitab cinta

Secara umum cinta merangkum segala emosi positif terkait kerinduan, harapan atau optimisme, perasaan sangat menyukai sesuatu, mengasihi, dan punya kecenderungan.. Dari sisi psikologi, cinta bisa didefinisikan secara ilmiah lho… ada beberapa parameter kita dikatakan sedang jatuh cinta, yaitu adanya hal-hal berikut:
1. Ketertarikan antar pribadi
2. Daya tarik fisik
3. Kesamaan
4. Efek timbal balik
5. Harapan-harapan romantis

Nah, cinta juga ada kadarnya.. kadar tersebut ditentukan berdasarkan ada atau tidaknya elemen penyusun cinta menurut Robert Stenberg, yaini: intimacy, passion, dan commitment. Tidak ada ketiganya berarti tanpa cinta, hanya ada intimacy berarti persahabatan, hanya ada passion berarti tergila-gila, hanya ada commitment berarti cinta hampa, ada intimacy dan passion saja berarti cinta romantis, intimacy dan commitment saja cinta sejawat, passion dan commitmen saja cinta buta dan cinta yang sempurna memuat ketiganya ada; intimacy, passion, commitment.

Cinta memang seringkali diidentikkan dengan perasaan atau hati. Padahal, makhluk pink yang manis ini ada kaitannya lho dengan otak, sensori, persepsi dan emosi. Coba bayangkan, dapat bunga mawar merah pasti seneng kan.. Kenapa kok begitu? Ya, karena mata melihat bunga mawar merah, sensor dikirim ke otak, di sana ada persepsi bunga mawar merah artinya “….”, dan akhirnya timbul emosi cinta. Selain sebagai elemen pemproses cinta, otak penting untuk mengendalikan perilaku agar bisa bijaksana menghadapi jatuh cinta maupun patah hati..

Di buku ini juga dijelaskan bagaimana perilaku seseorang dalam menanggapi objek universal (mm.. objek apa subjek ya) bernama cinta ini. Perilaku dipengaruhi beberapa faktor : multi sebab, warisan budaya, genetik dan lingkungan, dan pengalaman hidup. Begitu pun perilaku (dalam menghadapi) cinta.

Mencintai seseorang karena Allah mendapatkan pahala yang besar dari Nya. Bagaimana mendapatkan dan menaklukkan cinta sejati bisa dilakukan dengan: doa, ibadah, positif thinking, berbakti kepada orang tua, bersahabat dengan Al-Qur’an, membaca shirah dan biografi orang-orang besar, memperbanyak aktivitas dan relasi, menggali informasi dan prestasi, serta menjaga perilaku.

Banyak kisah-kisah cinta fenomenal yang bisa kita pelajari, mulai dari kisah cinta Rasulullah dengan para istri beliau, Syah Jehan- Mumtaz Mahal, hingga Romeo dan Juliet..

Waah, udah lumayan panjang tulisannya… yang tertarik silahkan membaca bukunya sendiri ya… banyak kisah-kisah cinta dan patah hati yang mengharukan dan bisa dijadikan pelajaran.

Cinta… masihlah misteri..

Behind the Fear

Ketakutan bisa muncul kapan saja. Jika ia muncul saat kita memiliki keberanian yang cukup, tidak masalah, aman dan terkendali. Jika datangnya saat kita tak punya keberanian, ia justru berproliferasi, menumbuhkan perasaan was-was yang berkepanjangan.
Ada banyak hal yang membuat kita takut. Hantu, ujian, orang lain (takut dimarahi, takut ditolak, dan sebagainya) dan masih banyak lagi. Padahal, sesuatu yang kita takutkan itu bersifat abstrak, belum tentu terjadi, tetapi seringkali tenaga dan fikiran kita terkuras karena rasa takut. Berjam-jam bahkan berhari-hari hanya memikirkan satu hal : “apa hantunya masih di sini ya?” hanya karena pernah melihat sekelebat bayangan wanita berambut panjang. Kita sendiri tidak bisa memastikan apa yang kita lihat dalam waktu sepersekian detik itu, karena penglihatan manusia sangat terbatas, tidak secanggih kamera CCD yang bisa merekam sampai ratusan frame per detiknya. Ada hikmahnya juga sih keterbatasan itu, jadi tidak lebih banyak lagi kelebatan-kelebatan bayangan ‘si embak’ yang tertangkap… 
Sewaktu masih kecil, aku pernah (merasa) melihat hantu. Pocong. Putih… matanya merah… berdiri di bawah pohon nangka depan rumahku. Aku bengong campur takut dan tidak percaya. Dalam rangka apa dia menampakkan diri padaku? Cepat-cepat aku alihkan pandangan ke jalan, menghindari pemandangan yang menakutkan ini.

Degg, jantungku serasa mau copot. Dia sudah berdiri di tengah jalan melihatku dengan mata beloknya yang merah. “Sepertinya dia memang pocong,” gumamku. Buru-buru aku lihat lagi pohon nangka, dia juga terlihat di sana. Aku merinding dan merasa benar-benar dihantui, sebelumnya aku pikir itu hanya halusinasi. Aku lihat ke jalan lagi, ada putih-putih lagi. Bulu kudukku semakin merinding. Aku coba melihat yang lain; pohon mangga, dan dia masih menampakkan diri. Akhirnya aku merem dan nangis manggil ibu.

“Bu, ada pocong..,” rengekku.

“Dimana?,” ibu tidak percaya.

“Di pohon nangka,” aku masih merem.

“Nggak ada apa-apa,” jawab ibu.

“Ada, aku lihat jalan dia ikut ke jalan. Aku lihat pohon mangga dia juga pindah ke pohon mangga,” jelasku mengharapkan kepercayaan ibu.

“Nggak ada, itu cuma halusinasimu,” ibu sepertinya memang tidak melihatnya. Aku masih belum membuka mata saat berjalan masuk ke rumah, berharap adzan subuh segera datang.
Saat sudah hafal Ayat Kursiy, aku merasa tenang. Motivasiku menghafalnya adalah agar tidak diganggu setan. Sekarang, takut pada situasi apapun, siapapun, aku langsung baca ayat itu. Efeknya, aku bisa mengendalikan rasa takutku. Takut sebentar saja, ya wajarlah.. 
“Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, yang terus menerus mengurus makhluk-Nya…”

Kebon Pring Terbakar

Bandar Kedungmulyo (8/10). Kemarin selepas shalat maghrib tiba-tiba terdengar suara ‘dar-dar-dar’ seperti petasan yang meledak. Ternyata tanaman-tanaman bambu di kebun belakang rumah terbakar. Sontak ibu yang sedang menyiapkan obat untukku segera memanggil para tetangga untuk membantu memadamkan api. Api sudah menjalar dari ujung selatan sampai utara kebun. Di bagian utara, api sudah mencapai atas, hampir merobohkan pohon bambu yang dirambatinya. Beruntung jarak kebun dengan rumah masih cukup jauh. Beberapa warga menolong dengan membawa air dalam timba. Ibu menyalakan air dengan selang untuk menyiram, begitu pula dengan De Har dan Mbak Yat, tetangga kanan kiri rumahku. Alhamdulillah, dalam waktu hampir satu jam api bisa dipadamkan. Masya Allah, begitu indahnya cerita ini ya Allah, ramai sekali rumahku kemarin.. Lagi-lagi, Engkau masih menyelamatkanku (keluargaku)..
## Sayang tak ada dokumentasi, informasipun dapat dari yang menyaksikan, aku tak bisa ikut menyaksikan, hanya mendengar tar-tar-tar seperti pesta kembang api tahun baru, suara letupan pohon bambu akibat tekanan dalam rongga antar ruas-ruasnya..

Bukan Sekedar Mimpi di Siang Bolong

Hari ini,ada jadwal ujian tengah semester untuk mata kuliah manajemen kewirausahaan. Tetapi ujiannya tanpa soal. Mahasiswa hanya diminta membuat gambaran usaha yang diinginkan, lengkap dengan visualisasi, proses mendapatkan ide, sumber motivasi, dan juga identifikasi risiko usaha, strategi inovasi dan bentuk badan usaha serta struktur organisasi yang diinginkan.

Sebenarnya, masalah ide bisnis sudah menjadi tugas sejak pertama kali masuk kuliah KWU. Hanya saja, dulu masih sebatas ide. Belum disuruh membuat sedetail sekarang. Waktu itu beberapa teman ditunjuk untuk menceritakan idenya. Macam-macam dan menarik sekali. Ada yang ingin membuat membran penyaring air yang portable. Para backpacker yang suka bertualang di tempat-tempat yang susah mendapatkan air minum tak perlu khawatir lagi karena ada alat ini. Ada yang ingin membuat perumahan di daerah pedesaan dengan menawarkan sanitasi yang baik dan konstruksi yang ergonomis. Ada yang ingin menjadi teknoprener di bidang bio-energi. Ada yang ingin membuat garmen, ada yang ingin membuat laboratorium, karena di Indonesia ini infrastruktur untuk laboratorium masih minim, tidak selengkap di luar negeri. Ada yang membuat alat anti hama, dan sebagainya.

Bagaimana dengan saya? Ya, saya akan sedikit bercerita tentang apa yang ingin saya miliki. Semoga yang membaca ini turut mendoakan saya dan teman-teman saya yang keinginannya tadi saya sebutkan. Harapannya, kita bisa maju bersama-sama memajukan Indonesia. Mungkin ini terlalu jauh, tetapi sesuatu yang jauh bisa dicapai dengan memulai melangkah, dari satu langkah kecil.

Berikut ini saya lampirkan gagasan saya:
AGRINDA

Mencuri yang Tidak Disadari

Mencuri, maling, korupsi sebenarnya sama, tetapi maknanya berbeda. Mencuri adalah makna sebenarnya (denotasi), maling adalah makna yang direndahkan (konotasi negatif) dan korupsi adalah makna yang ditinggikan (konotasi positif). Kenapa koruptor itu tidak disebut dengan makna sebenarnya saja- “PENCURI”? Karena dengan sebutan koruptor pun mereka tidak malu. Masih saja memasang wajah tak berdosa saat disorot kamera wartawan.

Saya punya pengalaman lucu tentang mencuri. Sewaktu saya masih 4 tahun, saya pernah dimarahi habis-habisan oleh ibu karena mencuri. Saya benar-benar tidak berniat mencuri waktu itu. Jadi ceritanya, saya dan kakak selesai cari ikan di jublang (kali kecil) dekat sawah. Ikan hasil tangkapan kami kami bakar. Setelah ikan habis, saya terinspirasi untuk membakar jagung karena melihat jagung yang terhampar luas di depan mata. Dalam pikiran saya waktu itu, sawah-sama halnya dengan kali, bukan milik seseorang (tidak ada yang memiliki – milik umum). Dengan suka cita saya dan kakak menyusuri pematang sawah sambil memilih jagung yang besar-besar.

” Sudah, ini sudah cukup,” kata kakak.

Dengan 8 buah jagung di tangan, kami kembali ke tempat pembakaran ikan tadi, di belakang pekarangan rumah kami. Tiba-tiba ibu memanggil kami. Iya, jam segini waktunya ibu pulang dari berjualan. Akhirnya jagung tadi kami bawa pulang.

“Ibu, ini aku tadi cari jagung di sawah. Masakin ya bu!,” pinta saya.
“Cari di sawah mana?”, tanya ibu.
” Di belakang pekarangan rumah,” jawab kakak.
” Kalian ini ngawur. Itu bukan sawah kita, punya orang. Ayo sekarang kembalikan jagung itu ke tempat tadi kalian ambil. Terus minta maaf sama yang punya sawah.”

Ooh, saya baru tahu kalau sawah itu milik perseorangan. Saya kemudian dinasehati panjang lebar oleh ibu. Tentang hukuman bagi orang mencuri, penjara, neraka, malaikat, dosa, dan lain-lain menjadi pengetahuan baru bagi saya. Sambil membayangkan bagaimana penjara, neraka, malaikat itu rupanya.

Lucu sekali, saya tidak sadar kalau sudah…

Reviewing Video ” A Vision of Students Today”

Students and Technology Progress

A Vision of Students Today is a video created by Michael Wesch and students of Introduction to Cultural Anthropology Class of Spring 2007, Kansas State University. This 04:44 length video talk about the behaviors of students today among the progress of technology development.

Since the development of technology and internet, students could get a lot of information easily. They also could make a discussion on internet. A document titled “A Vision of Students Today” was edited 367 times by 200 people on internet.

The behaviors of students talked in the video were vary. The reading behaviors for example, a student completing 49% reading assignment, while the other buying 100 dollars of textbook but not reading it, reading 8 books per year, 200 web pages and 1281 Facebook profiles. The writing behavior was also vary, such as write 42 pages and 500 emails per semester.

About the students visions, could be classified into 4, study oriented (who like reading and writing academic literatures, organization oriented (who like identify problems and look for the solutions), entrepreneur oriented (who want to be able to be rich people), and the other one was having no orientation (vision), they just flow their life like water, by spending more time in watching TV, listening music, and using their phone and internet.

So, if we compare the students today with the students on 19th century, there is big difference, that is technology utilization. Student today can get a lot of information every time and everywhere when the 19th century students could not. (inda k_task1)

 

 

Alqur’an Surah As-Syams dalam 3 Bahasa

as syams

(sumber gambar: Wikipedia)

Versi Indonesia

Artinya:

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
1). Demi matahari dan cahayanya di pagi hari
2). Dan bulan apabila mengiringinya
3). Dan siang apabila menampakkannya
4). Dan malam apabila menutupinya
5). Dan langit serta pembinaannya
6). Dan bumi serta penghamparannya
7). Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya)
8). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya
9). Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu
10). Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya
11). (Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas
12). Ketika bangkit, orang yang paling celaka di antara mereka
13). Lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: “(Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya”
14). Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah)
15). Dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu

Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

Versi Inggris

Translate:

I seek refuge in Allah from syaithan, the damned one.

In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.

1). By the sun and its brightness

2). And the moon when it follow the sun

3). And the day when it show the sun

4). And the night when it cover over the sun

5). And the heaven and Him who built it

6). And the earth and Him who extended it

7). And the soul and Him who perfected it

8). Then he inspired it to understand what is wrong and right for it

9). Lucky who purify it

10). Losing who soil it

11). ( The tribe of ) Tsamud denied (his messenger) in their rebellious pride

12). When the resurrection, the most damned among them

13). And Rasulallah (Saleh) said : It is the female camel of Allah, so let her drink!

14). But they denied him, and they slaughter her, so Allah destroy them due to their sins, then Allah leveling them to the ground

15). And Allah does not fear the result of the actions

Allah is righteous in all His words

Kelompok KKN Desa Mliriprowo KKN-BBM ke-48 Universitas Airlangga

Ramadhan kemarin rasanya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya Ramadhan banyak waktu yang bisa saya habiskan bersama keluarga di rumah, tadarus bersama adik-adik yang dulu sempat saya ajar di TPQ, atau mengadakan kegiatan agustusan bersama teman-teman karang taruna.

Ramadhan ini saya hanya bisa tarawih bersama ibu satu kali (tarawih terakhir), tidak sempat mengadakan pertemuan dengan teman-teman katar untuk mengadakan acara agustusan dan hanya sekali tadarus di masjid bersama adik-adik.

Namun, Ramadhan tahun ini bukan hanya tidak biasa, tapi bisa disebut luar biasa. Saya bertemu dengan 9 orang mahasiswa (sesama) Unair yang beda jurusan dengan saya dan menjadi keluarga baru di tempat yang baru, Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Tarawih dan puasa pertama saya lakukan bersama mereka. Setiap hari menjadi hari yang penuh warna oleh orang-orang yang sama sekali belum pernah saling mengenal sebelumnya.

Agenda harian kami adalah memasak dan makan bersama (karena semua suka makan). Memasak dan makan bersama tanpa kami sadari semakin merekatkan hubungan kami. Kami jadi tahu siapa pandai memasak apa, siapa suka makan apa, siapa tidak suka makan apa dan tak lupa “bully-bully” menjadi bumbu masakan dan makanan kami sehari-hari.

Agenda yang semi harian (hari Senin-Jumat) adalah mengajar tambahan Bahasa Inggris di TPQ. Saya merasa kembali ke kampung, karena di kampung saya juga punya murid ngaji. Bedanya sekarang saya mengajar Bahasa Inggris setelah mereka selesai mengaji, tentu saya tidak sendiri, bersama teman-teman yang lain. Dari tambahan bahasa Inggris ini mereka yang berbakat saya pilih untuk maju tampil dalam acara perpisahan KKN kami. Mereka menampilkan puitisasi al-Quran surat As-Syams dalam tiga bahasa (Arab, Indonesia dan Inggris).

Agenda yang lain adalah mengajar les anak-anak SD. Setiap senin dan kamis sore rumah kami penuh dengan anak-anak. Ada yang bandel, ada yang pinter, ada yang manja, dan macam-macam lainnya. Tetapi mereka semua tak bisa menyembunyikan bahwa mereka merasa sangat senang dengan kehadiran kami. Itu terlihat dari semangat mereka berangkat les (sampai 1 jam sebelum jadwal sudah berangkat), kadang pulangnya mereka tak mau langsung pulang. Respon dari para orang tua juga sangat baik, bahkan ada yang rajin memberi makanan pada kami (hehe, lumayan). Dari anak-anak sendiri juga ada yang memberi kado saat perpisahan., pada kakak-kakak favorit mereka.

Sementara itu, agenda yang sifatnya saatu kali pelaksanaan adalah penyuluhan kesehatan, tanam toga, seminar wirusaha, gerakan cuci tangan, seminar guru, lomba ayo menabung dan nonton bareng (character building) serta perpisahan KKN.

Pengalaman kami terjun di masyarakat tentu tidak hanya manis-manis saja, pahit dan asamnya juga ada. Yang penting di sini kita belajar hidup di masyarakat dan memahami bahwa masyarakat itu heterogen. Kita tidak bisa memaksakan masyarakat tapi kita bisa memahamkan masyarakat..

Yaah,, teman-teman… William, Mbak Cici, Dian, Chusnul, Najib, Lisa, Acit, Tika, Mas Arif, aku senang pernah bertemu kalian. Kalian menjadi bagian dari pembelajaran yang sangat berharga buatku.. Semoga kita semua sukses, lulus cepat dan atau tepat waktu dan sukses di jenjang kehidupan yang berikutnya…

Ini laporan KKN kita, mudah-mudahan menginspirasi pelaku KKN selanjutnya di Desa Mliriprowo…LAPORAN KKN MLIRIPROWO

Praktik Kerja Lapangan di PT. Pertamina Unit Produksi Gresik

Di jurusan saya, Fisika Universitas Airlangga ada mata kuliah PKL (Praktik Kerja Lapangan) yang merupakan mata kuliah wajib dengan bobot 2 sks. Mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini diharuskan magang di perusahaan yang sesuai dengan bidang minat dan keahliannya minimal selama satu bulan. Saya dan teman saya, Naili Saidatin yang memantapkan diri memilih bidang minat Optika Laser dan Serat (sebentar lagi akan diganti nama “Fotonik”) memilih PT. Pertamina sebagai tempat magang.

Karena kami mendalami bidang optik maka kami ambil judul “INSTRUMENTASI OPTIS BERBASIS KOMPUTER UNTUK PENGUJIAN MUTU PELUMAS DI LABORATORIUM PELUMAS PT.PERTAMINA  UNIT PRODUKSI GRESIK”

Nah, hasil selama PKL bisa Anda pelajari. Silahkan download file ini. ISI LAPORAN